Konsep Shared Resource & Thread Dalam Pemrograman

Standard

MUTABLE

merupakan inisiasi obyek dalam program komputer yang dapat diubah isi datanya.

IMMUTABLE

merupakan kebalikan dari IMMUTABLE dimana obyek yang dibangkitkan dalam sebuah program komputer tidak dapat diubah lagi isi datanya.

Dalam object oriented programming seperti Java, penggunaan tipe data String  perlu diperhatikan karena sifatnya immutable. Ketika mengisi variabel nama = “Teknik Informatika” disaat itulah sebuah obyek dibangkitkan, namun ketika ingin mengisi kembali variabel nama = “Pemrograman” maka dibangkitkan lagi sebuah obyek yang sama tetapi akan disimpan pada memori yang berbeda dari variabel sebelumnya. Sehingga apabila semakin banyak hal seperti itu dalam program komputer, dapat mengakibatkan performa komputasi yang dilakukan semakin meningkat dan memakai resource yang lebih besar.

THREAD SAFE

merupakan konsep penggunaan resource komputer ketika ada 1 resource yang sedang digunakan pada satu waktu dan tidak memberikan hasil yang berbeda.

NON THREAD SAFE

merupakan kebalikan dari Thread Safe, yaitu ketika terdapat 2 thread yang sedang berjalan dalam 1 resource dan menghasilkan nilai yang dapat berbeda, hal ini bergantung pada thread mana yang menggunakan resource yang dipakai.

Advertisements

Penerapan Load Balancing Menggunakan Haproxy Pada Ubuntu 16.04 LTS

Standard

SEPUTAR LOAD BALANCING

Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

KENAPA HARUS MELAKUKAN LOAD BALANCING Continue reading

MENGGUNAKAN PUSTAKA PYTHON UNTUK PENGOLAHAN TEKS BERBAHASA INDONESIA

Standard
  1. INSTALASI PTYHON-PIP PADA SISTEM OPERASI LINUX
    Buka terminal command line lalu ketik perintah sudo apt-get install python-pip
  1. INSTALASI PUSTAKA SASTRAWI
    Ketik perintah berikut sudo pip install sastrawi
  1. BUAT SEBUAH FILE MISALNYA BERNAMA STEMMER.PYTekan CTRL+X lalu pilih Y untuk menyimpan
  2. Kompilasi file menggunakan perintah python filename.py akan diperoleh hasil berikut

 

Redistribusi Routing Protocol OSPF-EIGRP-RIPv2 Menggunakan Packet Tracer

Standard

————R7 REDISTRIBUSI RIP V2 to OSPF————
Router#
Router#configure terminal
Router(config)#router rip
Router(config-router)#redistribute ospf 1 metric 5
Router(config-router)#end
Router#write
————R7 REDISTRIBUSI OSPF to RIP V2————
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#redistribute rip subnets
Router#write
Router#

——————–R0 KONFIGURASI ROUTING RIP V2——————–
Router#configure terminal
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 182.222.2.0
Router(config-router)#network 182.222.2.32
Router(config-router)#network 182.222.2.64
Router(config-router)#network 182.222.2.96
Router(config-router)#network 182.222.2.128
Router(config-router)#network 182.222.2.144
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#end
Router#
Router#configure terminal
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.7.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#end
Router#

Contoh Sederhana Redistribusi Jaringan OSPF dan EIGRP Menggunakan Packet Tracer

Standard

OSPF (Open Shortest Path First) dan EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah dua routing protokol yang banyak digunakan dalam jaringan komputer. Perbedaan karakteristik antar routing protokol menimbulkan masalah dalam pengiriman paket data. Teknik redistribution adalah solusi untuk melakukan komunikasi antar routing protokol. Dengan menggunakan software Cisco Packet Tracer 5.3 pada penelitian ini dibuat simulasi OSPF dan EIGRP yang dihubungkan oleh teknik redistribution, kemudian dibandingkan kualitasnya dengan single routing protokol EIGRP dan OSPF. Parameter pengujian dalam penelitian ini adalah nilai time delay dan trace route. Nilai trace route berdasarkan perhitungan langsung cost dan metric dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasilnya dapat dilakukan proses redistribution OSPF dan EIGRP. Nilai delay redistribution lebih baik 1% dibanding OSPF dan 2-3% di bawah EIGRP tergantung kepadatan traffic. Dalam perhitungan trace route redistribution dilakukan 2 perhitungan, yaitu cost untuk area OSPF dan metric pada area EIGRP. Pengambilan jalur utama dan alternatif pengiriman paket berdasarkan nilai cost dan metric yang terkecil, hal ini terbukti berdasarkan perhitungan dan simulasi.

Kata kunci: OSPF, EIGRP, Redistribution, Delay, Cost, Metric. Continue reading

Membuat Ekstensi PHP pada Web Server Apache Menggunakan Pemrograman C++

Standard

instalasi pustaka phpcpp pada sistem operasi ubuntu

buat sebuah file bernama MakeFile

#
#	Makefile template
#
#	This is an example Makefile that can be used by anyone who is building
#	his or her own PHP extensions using the PHP-CPP library. 
#
#	In the top part of this file we have included variables that can be
#	altered to fit your configuration, near the bottom the instructions and
#	dependencies for the compiler are defined. The deeper you get into this
#	file, the less likely it is that you will have to change anything in it.
#

#
#	Name of your extension
#
#	This is the name of your extension. Based on this extension name, the
#	name of the library file (name.so) and the name of the config file (name.ini)
#	are automatically generated
#

NAME				=	my_extension


#
#	Php.ini directories
#
#	In the past, PHP used a single php.ini configuration file. Today, most
#	PHP installations use a conf.d directory that holds a set of config files,
#	one for each extension. Use this variable to specify this directory.
#

INI_DIR				=	/etc/php5/conf.d


#
#	The extension dirs
#
#	This is normally a directory like /usr/lib/php5/20121221 (based on the 
#	PHP version that you use. We make use of the command line 'php-config' 
#	instruction to find out what the extension directory is, you can override
#	this with a different fixed directory
#

EXTENSION_DIR		=	$(shell php-config --extension-dir)


#
#	The name of the extension and the name of the .ini file
#
#	These two variables are based on the name of the extension. We simply add
#	a certain extension to them (.so or .ini)
#

EXTENSION 			=	${NAME}.so
INI 				=	${NAME}.ini


#
#	Compiler
#
#	By default, the GNU C++ compiler is used. If you want to use a different
#	compiler, you can change that here. You can change this for both the 
#	compiler (the program that turns the c++ files into object files) and for
#	the linker (the program that links all object files into the single .so
#	library file. By default, g++ (the GNU C++ compiler) is used for both.
#

COMPILER			=	g++
LINKER				=	g++


#
#	Compiler and linker flags
#
#	This variable holds the flags that are passed to the compiler. By default, 
# 	we include the -O2 flag. This flag tells the compiler to optimize the code, 
#	but it makes debugging more difficult. So if you're debugging your application, 
#	you probably want to remove this -O2 flag. At the same time, you can then 
#	add the -g flag to instruct the compiler to include debug information in
#	the library (but this will make the final libphpcpp.so file much bigger, so
#	you want to leave that flag out on production servers).
#
#	If your extension depends on other libraries (and it does at least depend on
#	one: the PHP-CPP library), you should update the LINKER_DEPENDENCIES variable
#	with a list of all flags that should be passed to the linker.
#

COMPILER_FLAGS		=	-Wall -c -O2 -std=c++11 -fpic -o
LINKER_FLAGS		=	-shared
LINKER_DEPENDENCIES	=	-lphpcpp


#
#	Command to remove files, copy files and create directories.
#
#	I've never encountered a *nix environment in which these commands do not work. 
#	So you can probably leave this as it is
#

RM					=	rm -f
CP					=	cp -f
MKDIR				=	mkdir -p


#
#	All source files are simply all *.cpp files found in the current directory
#
#	A builtin Makefile macro is used to scan the current directory and find 
#	all source files. The object files are all compiled versions of the source
#	file, with the .cpp extension being replaced by .o.
#

SOURCES				=	$(wildcard *.cpp)
OBJECTS				=	$(SOURCES:%.cpp=%.o)


#
#	From here the build instructions start
#

all:					${OBJECTS} ${EXTENSION}

${EXTENSION}:			${OBJECTS}
						${LINKER} ${LINKER_FLAGS} -o $@ ${OBJECTS} ${LINKER_DEPENDENCIES}

${OBJECTS}:
						${COMPILER} ${COMPILER_FLAGS} $@ ${@:%.o=%.cpp}

install:		
						${CP} ${EXTENSION} ${EXTENSION_DIR}
						${CP} ${INI} ${INI_DIR}
				
clean:
						${RM} ${EXTENSION} ${OBJECTS}


buat sebuah .ini file bernama filename.ini lalu isi dengan script berikut

extension=my_extension.so

buat sebuah file bernama filename.cpp lalu isi dengan script berikut

#include <phpcpp.h>
#include <stdlib.h>

Php::Value myFunction()
{
   return "Hello from extension";
}

/**
 *  tell the compiler that the get_module is a pure C function
 */
extern "C" {
    
    /**
     *  Function that is called by PHP right after the PHP process
     *  has started, and that returns an address of an internal PHP
     *  strucure with all the details and features of your extension
     *
     *  @return void*   a pointer to an address that is understood by PHP
     */
    PHPCPP_EXPORT void *get_module() 
    {
        // static(!) Php::Extension object that should stay in memory
        // for the entire duration of the process (that's why it's static)
        static Php::Extension extension("my_extension", "1.0");
        
        // @todo    add your own functions, classes, namespaces to the extension
	extension.add("myFunction",myFunction);
        
        // return the extension
        return extension;
    }
}

buka kembali terminal command line lalu masuk pada direktori tempat dimana script-script diatas disimpan, gunakan kembali perintah make && sudo make install untuk proses kompilasi atau building menjadi ekstensi web server nantinya.

hasil dari proses kompilasi script diatas akan menghasilkan file .so seperti berikut

setelah itu daftarkan file .so yang sudah dibuild sebelumnya pada konfigurasi php.ini,

restart apache dengan perintah sudo service apache2 restart atau sudo /etc/init.d/apache2 restart, kemudian cek status server untuk melihat apakah ekstensi telah terpasang, berikut adalah hasil pemasangan ekstensi pada web server apache, akan muncul pada informasi status server.